Rabu, 27 November 2013

DNA (Deoxyribonucleic acid)



DNA merupakan pembawa keturunan (heredity materials) pada manusia dan hampir semua organisme. DNA atau dikenal dengan asam deoksiribonukleat terletak di inti sel. Peran DNA sebagai materi genetik adalah DNA menyimpan cetak biru (blue print) segala aktivitas sel, ini berlaku tidak hanya pada manusia, tetapi juga pada hewan, bakteri, dan organisme yang lain kecuali virus karena virus tidak termasuk organisme.
Pada umumnya DNA terletak pada inti sel yang disebut nuclear DNA dan sebagian kecil terdapat di mitokondria dan disebut mitochondrial DNA. Informasi di dalam DNA disimpan dalam simbol kode yang dibentuk dari empat rangka kimia, yaitu adenine (dengan symbol A), guanine (dengan symbol G), Cytocine (dengan symbol C), dan thyamine (dengan symbol T). DNA manusia terdiri dari 3 milyar rangka dan lebih dari 99%-nya adalah sama pada setiap orang. Susunan rangka-rangka inilah yang membedakan informasi dalam pembentukan dan pemeliharaan organism. Sama seperti kita menyususn huruf-huruf dan alphabet menjadi kata atau kalimat. Rangka-rangka DNA berpasangan yaitu A dengan T dan C dengan G. Maing-masing rangka terkait dengan sebuah molekul gula dan sebuah molekul fosfat. Satu buah rangka, gula, dan fosfat disebut nucleotide. Nukleotida-nukleotida tersebut terangkai dalam dua jalinan/untaian (strand) panjang, terpilin membentuk spiral; yang disebut double helix atau helix ganda yang bentuknya mirip tangga dengan pasangan rangka membentuk anak tangga dan gugus gula serta gugus fosfat membentuk penyangganya yang vertikal.
Salah satu yang penting dari DNA adalah replikasi atau pelipatgandaan, yaitu memperbanyak diri. Setiap jalinan DNA dalam double helix dapat membuat pola duplikasi dari rangka-rangka. Ini merupakan proses penting karena setiap sel baru harus mempunyai replikasi DNA yang sama dengan sel lama.
Kini DNA sangat penting dalam ilmu forensik, karena dapat digunakan untuk mengidentifikasi seseorang melalui DNA yang terdapat dalam darah, kulit, liur, rambut, maupun sperma orang tersebut. Penggunaan DNA merupakan salah satu teknik paling terpercarya saat ini untuk megidentifikasi pelaku kejahatan.

Sumber; Srikandi waluyo
Nirmala

Tidak ada komentar:

Posting Komentar